// Posted by :Nevy-chan
// On :Jumat, 15 Februari 2013
Siapa sih yang suka diputus pacar? Mengapa tidak semua orang langsung ketemu someone, menikah dan hidup bahagia selama-lamanya? Mengapa harus ada perselisihan, pertengkaran, putus cinta, patah hati dan sakit hati?
Jawaban: Saya tidak dapat menjawab itu secara pasti, tapi menurut saya, Anda pasti bisa memjawab sendiri.!! :)
Sering banget mendengar seseorang memaki-maki mantannya ketika ia diputusin. Yang katanya sh*t, , f*ck, br*ngs*klah, playboylah/playgirl, suka mainin cewe/cowo lah, ngga seriusanlah dan sebagainya dan seribu kata-kata pujian manis berupa sumpah serapah lainnya.
Emang sih, terapi yang terbaik buat melupakan mantan kita adalah dengan mengingat semua keburukannya dan semua hal yang membuat kita benci kepadanya. Tapi sebenernya kalo kita mau bertanya pada hati kecil kita, efektifkah cara melupakan “mantan” dengan cara seperti itu? Padahal menurut pengalaman seorang peneliti jenius, semakin kita membenci dan berusaha melupakan seseorang, akan semakin ingat dan semakin susah dilupakan
Nah, Coba pikir dulu, introspeksi dulu apa sebenernya kita ini ngga
turut andil dalam hal terjadinya peristiwa si dia “mutusin” kita?
Coba deh simak, siapa tahu emang sikap kita yang bikin eneg dan membuat pacar mutusin kita. (mantap kan tu bahasa)
1. Rasa Pede yang amat sangat dengan anggapan bila memang cinta pasti bisa menerima segalanya.
2. Rasa takut kehilangan yang besar.
3. Rasa emang gak pernah bohong
4. Rasa Jenuh yang Memuncak
5. Lumayan, itung-itung ga usah cari-cari alesan lagi “buat putus”
Memang itulah yang membuat kita putus dengan pasangan, dan rasanya nyesek.
Banyak yang kita perlu tahu tentang cinta. Jika diputusin pacar santai aja lagi. Mungkin belum jodohnya. Jangan sedih, jangan hilang akal, jangan putus asa,!! :)
Coba deh simak, siapa tahu emang sikap kita yang bikin eneg dan membuat pacar mutusin kita. (mantap kan tu bahasa)
1. Rasa Pede yang amat sangat dengan anggapan bila memang cinta pasti bisa menerima segalanya.
2. Rasa takut kehilangan yang besar.
3. Rasa emang gak pernah bohong
4. Rasa Jenuh yang Memuncak
5. Lumayan, itung-itung ga usah cari-cari alesan lagi “buat putus”
Memang itulah yang membuat kita putus dengan pasangan, dan rasanya nyesek.
Banyak yang kita perlu tahu tentang cinta. Jika diputusin pacar santai aja lagi. Mungkin belum jodohnya. Jangan sedih, jangan hilang akal, jangan putus asa,!! :)

